Tersandung Masalah Privasi, Bos Zoom Minta Maaf dan Janjikan Solusi

Published on April 14, 2020

Selama social distancing, banyak kegiatan bekerja dan belajar di lakukan secara online. Salah satu aplikiasi yang cukup popular digunakan untuk melakukan panggilan video adalah zoom. Namun sayangnya, disaat banyak orang tengah menggangtungkan aktivitasnya melalui zoom, justru beberapa waktu lalu muncul  berbagai keluhan terkait privasi dari para pengguna. Dilaporkan seorang tak dikenal bisa tiba-tiba muncul dalam panggilan tanpa diundang.

Akhirnya CEO Zoom Eric S. Yuan pun angkat bicara dan menganggapi sejumlah keluahan privasi yang dilayangkan pada layanannya. Dalam pernyataannya, Eric pun mengaku perusahaan sempat salah dalam mengambil langkah.

Menurut Eric, layanan Zoom pada awalnya hanya ditujukan untuk perusahaan berskala besar. Akan tetapi dalam situasi krisis Covid-19, memang ada sejumlah pengguna baru yang belum menjadi fokus perusahaan.

“Layanan kami dibangun untuk melayani pelanggan perusahaan besar. Namun dalam krisis Covid-19, kami bergerak terlalu cepat. Bagaimanapun, ada beberapa salah langkah,” tutur Eric seperti dilansir The Verge, Senin (6/4/2020).

Atas kesalahan tersebut, Eric mengatakan bahwa pihaknya telah belajar dari hal tersebut dan berjanji akan mengatasinya dalam beberapa hari ke depan.

“Selama 90 hari, kami berkomitmen untuk mengidentifikasi masalah lebih baik, mengatasi dan menyelesaikannya. Kami juga akan bersikap transparan selama proses tersebut,” tulis Eric dalam blog resmi perusahaan.

Selain menerapkan sistem feature freeze, yakni perusahaan tidak akan menggulirkan fitur baru, sebelum masalah yang ada berhasil diatasi, perusahaan juga akan melakuan peninjauan menyeluruh dan melibatkan ahli pihak ketiga dan perwakilan pengguna. Sehingga Zoom dapat memahami dan memastikan keamanan layanannya.

Melansir dari Engadget, Minggu (5/4/2020), Zoom kini mencoba menerapkan password untuk setiap pertemuan yang akan diadakan, sehingga tidak bisa sembarang orang masuk. Perubahan ini dilakukan mulai 5 April 2020

Tak hanya itu, fitur waiting room pun telah dijadikan setelan bawaan di Zoom. Dengan demikian, host dalam pertemuan dapat mengecek terlebih dulu peserta yang akan ikut serta dalam video conference.

Tersandung Masalah Privasi, Bos Zoom Minta Maaf dan Janjikan Solusi

Banyak Laporan Dari Pengguna

Sebagai informasi, Zoom Bombing memang sempat dilaporkan sempat terjadi di terjadi banyak negara, tak terkecuali Indonesia.

Dikutip dari Fortune, Sabtu (4/4/2020), aksi yang sedang marak itu dikenal dengan nama Zoom Bombing. Jadi, seseorang yang tidak dikenal masuk dalam sebuah pertemuan dan mengacakuannya.

Laporan menyebut aksi ini terjadi di banyak pertemuan, mulai dari panggilan informal hingga formal. Biasanya, para pelaku tersebut mengacaukan sebuah pertemuan dengan melontarkan olok-olok bernada rasial hingga mengirimkan gambar yang mengganggu.

Setelah diselidiki, aksi Zoom Bombing mayoritas bukan berasal dari masalah dialami platform tersebut. Melainkan pengguna sendiri yang membuat aksi ini bisa terjadi.

Menurut Cofounder dan CEO Cybint, Roy Zur, mayoritas para pengguna yang menjadi korban aksi ini biasanya menyetel pertemuan Zoom menjadi public. Akibatnya, panggilan tersebtu dapat diakses siapa pun yang mempunyai tautan pertemuan itu.

Enjoyed this video?
Tersandung Masalah Privasi, Bos Zoom Minta Maaf dan Janjikan Solusi
"No Thanks. Please Close This Box!"