Tak Lagi Jadi Yang Pertama, Ada Apa Dengan Google?

Published on January 17, 2020

Rencana yang akan di laksanakan pada 1 maret 2020 nanti, google akan memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk menggunakan mesin pencarian utama lain di ponsel mereka. Dengan begitu, nantinya google tidak akan lagi menjadi mesin pencari (search engine) utama di ponsel ponsel yang baru di beli berupa android.

Misalkan pengguna android ingin mencari informasi mengenai karpet masjid, bisa dilakukan di mesin pencari lain.

Hal tersebut telah tertuang dalam peraturan yang akan berlaku di kawasan Uni Eropa dan pihak google pun juga sudah mengeluarkan daftar mesin pencari alternatif lainnya yang paling banyak di gunakan. Berdasarkan daftar tersebut, di ketahui bahwa pilihan paling banyak ada di DuckDuckGo, info.com, PrivacyWall, Qwant dan juga Yandex sebagaimana dilansir dari Android.com

Tak Lagi Jadi Yang Pertama, Ada Apa Dengan Google?

Google Monopoli Mesin Pencari Utama Android?

Kebijakan ini merupakan akibat dari sanksi yang telah di jatuhkan oleh regulator antimonopoly Uni Eropa kepada pihak google karena telah terbukti menggunakan software android nyua untuk mematikan persaingan / memonopoli. Akibatnya, google pun di kenakan denda sebesar 5 milliar dollar amerika

Regulator antimonopoly IJE pun memutuskan bahwa google telah terbukti mengarahkan para pengguna android untuk menggunakan mesin pencari milik sendiri dan sekaligus melemahkan mesin pencari lainnnya (competitor). Android pun telah beehasil menguasai 80% lebih pasar ponsel yang ada di dunia.

“Google telah menggunakan android sebagai kendaraan untuk memperkuat dominasi search engine” kata Margrethe Vestager sebagai komisaris kompetisi IJE.

“Praktik-praktik ini tealh membatasi kesempatan pesaing untuk berinovasi dan bersaing”

Didalam perjanjian antara google dan juga vendor dari smartphone, ponsel yang menggunakan android nanti akan diharuskan menginstal aplikasi pencarian google dan browser chrome jika ingin mendapatkan izin/lisensi dari play store. Aplikasi ini pun di berikan secara Cuma-Cuma alias gratis. Selain itu ada pula 11 aplikasi yang akan terinstal secara otomatis di ponsel android yang baru digunakan oleh pengguna seperti maps, gmail dan documents.

Regulator IJE juga menyebutkan bahwa google selama ini melakukan tindakan illegal sejak tahun 2011-2014 dengan cara membayar perusahaan yang secara ekslusif melakukan pre-install aplikasi google search pada ponsel mereka. Kebijakan tersebut di lakukan oleh google untuk mencegah para produsen ponsel menjual android dengan versi modifikasi.

CEO dari Google, Sundar Pichai pun menanggapi sanksi ini dengan mengatakan bahwa android telah meningkatkan kompetisi bukannya mengurangi. Menurutnya, para pengguna android masih bisa menghapus aplikasi yang telah di install sebelumnya dan mengunduh aplikasi lain dari pihak ketiga.

Selain itu ia juga menjelaskan bawa produsen ponsel juga dapat memilih dan memodifikasi androidnya. Android pun memiliki aturan kompatibilitas untuk memastikan produk developer aplikasi berfungsi lintas perangkat.

 

Enjoyed this video?
Tak Lagi Jadi Yang Pertama, Ada Apa Dengan Google?
"No Thanks. Please Close This Box!"