Shopia: Robot Pintar Siap Mengalahkan Kecerdasan Manusia?

Published on September 25, 2019

Shopia: Robot Pintar Siap Mengalahkan Kecerdasan Manusia?

Pada Rabu (17/09) diadakan sebuah forum Yang bernama Youth Dialouge dan digagas oleh CSIS (Centre for Strategic and International Syudies) Global Dialouge 2019 mengangkat tema “Who Wants to be friends with AI?”acara ini di laksanakan di Jakarta.

Acara ini juga di hadiri kurang lebih 500 orang dari berbagai kalangan anak muda mulai dari pebisnis, akademisi, politikus maupun mahasiswa dan pelajar.

Hal besar yang di bahas dalam acara ini adalah mengenai kehadiran robot berbasis AI (Artificial Intelligence) yang sebelumnya pernah tampil perdana kepada public pada tahun 2016.

Seperti biasa, dengan kehadiran robot yang di klaim memiliki kecerdasan yang luar biasa, tentu menimbulkan beberapa pertanyaan sekaligus kekhawatiran dari berbagai pihak terkait penggunaan dari dari robot pintar ini.

Apakah kehadiran shopia akan menjadi ancaman bagi para tenaga kerja di berbagai industry mengingat keunggulan nya sebagai kecerdasan buatan

Siapa Shopia Sebenarnya?

Shopia adalah robot berbentuk manusia berbasis kecerdasan buatan yang merupakan inovasi dari Hanson Robotics dan telah di luncurkan perdana pada tahun 2016. Robot ini memiliki kemampuan untuk berekspresi, berkomunikasi, bahkan hingga bergurau layaknya manusia berdasarkan tema atau topic yang di bicarakan.

Dalam setiap event yang di laksanakan, Sophia selalu di libatkan agar pengunjung bisa melihat langsung bagaimana robot pintar ini unjuk diri.

Layaknya manusia yang berbincang- bincang, dalam sebuah dialog bersama Wesley (Managing partner dari GK-PnP Indonesia, Shopia mendengar bahwa GK-PnP telah mengakselerasi lebih dari 50 rintisan. Kemudian Sophia menawarkan dirinya untuk bisa di rekrut sebagai tenaga kerja.

“Tampaknya menarik. Kamu dapat merekrut robot seperti saya untuk bekerja dengan anda” ungkapnya

Ketika dirinya mengenai bagaimana caranya kecerdasan buatan dapat membantu dunia startup, Sophia pun menjelaskan dengan tenang sambil tersenyum,” AI dapat di gunakan dalam berbagai cara, sebagai contohnya AI dapat membantu memprediksi market trends sehingga startup dapat memusatkan perhatian mereka pada hal hal yang terpenting”

Menanggapi pertanyaan akan kah kehadiran kecerdasan buatan akan menggeser kecerdasan manusia. Wesley mengatakan bahwa kehadiran Sophia di harapkan dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi, jika kecerdasan buatan tengah berkembang sedemikian pesat, memasuki keseharian manusia.

Selain banyak membantu manusia, memang kenyataan bahwa AI dapat menggantikan pekerjaan manusia tidak terbantahkan .Terutama pekerjaan yang tidak efektif dan efisien dan masih di kerjakan hingga kini.

Namun meski begitu, kehadiran AI juga memiliki manfaat lain untuk memancing kreatifitas manusia kedepannya

“Namun disisi lain memunculkan pula banyak kesempatan bagi kita untuk mengeksplorasi hal baru dan berinovasi” Ungkap Wesley.

Meski begitu, semua pihak tentu berharap yang terbaik dari kehadiran Artificial Intelligence ini. Kehadirannya seharusnya dapat membantu dan meningkatkan kualitas hidup agar lebih efektif dan efisien. Namun jangan sampai kehadiran nya justru menggantikan dan menggeser peran manusia sebagai pengambil keputusan dan juga sumber inovasi

 

 

Enjoyed this video?
Shopia: Robot Pintar Siap Mengalahkan Kecerdasan Manusia?
"No Thanks. Please Close This Box!"