Peringkat Terendah Ketiga Dunia, Ada Apa Dengan Data Internet Indonesia?

Published on December 20, 2019

Menurut salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesa, Indosat Ooredoo, pendapatan yield data operator di Indonesia ternyata berada di peringkat terendah ketiga di dunia. Pendapatan yield data operator negara Indonesia hanya bekisar Rp 7400 per GB. Kedua negara terendah lainnya adalah India dan Bangladesh.

Yield data dalam dunia bisnis telekomunikasi merupakan total pendapatan dari layanan data yang telah di bagi dengan total trafik data terlebih dahulu.

“Harga yield data kita nomor tiga terendah di dunia. Setelah India dan Bangladesh. Cuma 0,53 Dollar Amerika atau sekitar Rp. 7400 per GB.” ungkap Director & Chief Innovation & Regulatory Officer Arief Musta’in.

Director & Chief Operating Officer Indosat Ooreedo, Vikra Sinha pun juge menjelaskan bahwa rendahnya pendapatan yield data di Indonesia dapat menjadi penyebab ketidakstabilan serta mengancam keberlangsungan usaha industry telekomunikasi.

Contohny adalah kasus rendahnya pendapatan yield data di India, akibat yang terjadi dari kasus tersebu adalah kualitas layanan telekomunikasi pun menjadi sangat buruk.

“Anda tahu salah satu dari pasar besar juga di India. Anda ingin intinya jika itu menjadi murah, kualitas memburuk dan itu tidak berkelanjutan” ujarnya.

Peringkat Terendah Ketiga Dunia, Ada Apa Dengan Data Internet Indonesia?

Butuh Deregulasi Untuk Perang Tarif

Jika dirunut dapat di temui jika penyebab pendapatan yield yang rendah salah satunya adalah karena perang tarif antar operator.

Jika sudah begitu, dibutuhkan peran pemerintah untuk ikut campur tangan menyelesaikan perang tarif data tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan kebijakan harga data terendah (floor price)

“Sekarang sedang di siapkan keputusan menteri tentang masalah penataan tariff karena memang belum selesai. Terutama pertanyaan tentang floor price di industry telekomunikasi

Industry-industry lain banyak yang telah menetapkan floor price. Sehingga dengan adanya floor price tersebut dapat mencegah adu kuat tariff termurah oleh salah astu operator yang dapat mengancam kesehatan industry telekomunikasi khususnya di Indonesia.

“Kalau tidak (kebijakan  floor price) nanti ya banting-bantingan (persaingan harga) terus itu. Jadi tidak sehat lagi bagi industry. Pentung untuk kita ketahui bersama ranahnya bukan hanya di operator tapi di regulator.

Jika pemerintah mampu membuat kebijakan harga tariff terendah untuk data maka di harapkan pendapatan yield data di Indonesia dapat meningkat. Dampak nya nanti juga akan dirasakan oleh pengguna internet di Indonesia sepeti kasus yang terjadi di Negara India.

 

Enjoyed this video?
Peringkat Terendah Ketiga Dunia, Ada Apa Dengan Data Internet Indonesia?
"No Thanks. Please Close This Box!"