Tidak Manusiawi, Para Pekerja Kontrak Facebook Depresi Hingga Bunuh Diri?

Published on October 7, 2019

Melalui laman The Verge, beredar luas sebuah rekaman suara yang memperdengarkan sebuah suara yang cukup familiar di telinga manusia. Suara yang terekam dalam suara tersebut di duga merupakan suasana rapat di kantor pusat Facebook.

Di dalam rekaman suara nya, terdengar para karyawan dari perusahaan raksasa, Facebook menanyakan pendapat Mark Zuckerberg terhadap para pekerja lepas yang memiliki tugas untuk memoderasi video video yang beredar di facebook.

Sebelumnya, pada Rabu 2 Oktober 2019, di lansir melalui laman Business Insider, bahwa seorang karyawan mempertanyakan berita terkait pekerja lepas fecebook yang kabarnya berjumlah 30.000 orang.Mereka adalah pekerja yang di kontrak dan bertugas untuk memoderasi konten yang ada di dalam facebook.

Menurut pemberitaan yang beredar, di ceritakan bahwasanya mekanisme kerja para karyawan facebook tersebut bisa di bilang sangat mengerikan. Mereka terpaksa harus melihat dengan detail setiap konten konten yang dianggap butuh untuk di pantau dan berpotensi melanggar aturan dari Facebook.

Konten yang di maksudkan adalah konten yang berisi videi terkait kekerasan yang berujung hingga kematian, postingan yang mengandung ujaran kebencian, serta foto pornografi anak.

Tentu saja bisa di katakana bahwa video maupun foto tersebut tidak nyaman untuk di lihat setiap hari. Pasalnya, hal tersebut kurang lebih cukup berpengaruh pada mental para pekerja kontrak tersebut. Bahkan ada beberapa media yang mengungkapkan pekerja kontrak ini ada yang ingin mengakhiri hidup mereka. Itu menandakan bahwa mereka benar benar merasa frustaasi dan hampir gila dengan pekerjaannya.

Jika pun ada yang bertahan, mereka harus bekerja memilih dan memantau konten di dalam facebook sambil mengisap ganja dan narkotika lainnya. Barangkali, mereka butuh merasa rileks mengkonsumsi barang yang dapat mengurangi rasa tertekan.

Kisah kisah tersebut banyak di ungkapkan oleh berbagai media seperti The Verge.

Tidak Manusiawi, Para Pekerja Kontrak Facebook Depresi Hingga Bunuh Diri?

Pendapat Mark Zuckerberg

Ketika berita yang menceritakan mengenai kisah para pekerja kontrak facebook tersebut beredar, public ramai ramai meminta pendapat dari pendiri Facebokk, yakni Mark Zuckerberg.

Namun yang membuat masyarakat terkejut adalah respon dari Mark yang menanggapi berita tersebut dengan enteng. Menurutnya, berita berita yang beredar saat ini mengenai kondisi para pekerja nya terlalu di lebih – lebihkan. Termasuk pekerja nya yang di laporkan bunuh diri

Pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa berita yang beredar secara luas itu sangat di lebih – lebihkan.

“Beberapa dari laporan itu saya rasa terlalu di dramatisir. Dari apa yang telah kami cari tahu dan memahami apa yang terjadi, para pekerja lepas itu tidak selalu melihat hal yang menakutkan seharian penuh” Ujar pendiri Facebook ini.

Meski begitu, public justru mengatakan bahwa Mark terlalu menganggap remeh isu yang terkait dengan para pekerjanya. Sedangkan media juga memberitakan bahwa para pekerja tersebut mendapat gaji yang sangat rendah jika melihat kondisi kerja yang bisa di katakana tidak manusiawi. Ada pula yang memberitakan bahwa mereka tidak di perbolehkan istirahat dalam waktu yang cukup lama.

Lagi lagi di lansir dari The Verge, media tersebut memberitakan bahwa para pekerja lepas di kelola oleh pihak ketiga dan tidak di manage dengan baik. Salah satu lokasi tempat moderasi konten konten youtube ini berada di Phoneix. Naman saat ini tempat tersebut telah berhenti beroperasi karena seminggu sebelum penutupan, tempat tersebut terkena serangan kutu busuk.

Sedangkan di Florida, tempat nya pun  di tutup karena telah di temukan seorang pekerja yang meninggal di tempat kerja nya karena terkena serangan jantung.

Enjoyed this video?
"No Thanks. Please Close This Box!"