Waspada ! Kenali Modus Kejahatan Kloning Ponsel

Published on November 25, 2020

Waspada ! Kenali Modus Kejahatan Kloning Ponsel

Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) menyebut kloning ponsel adalah modus baru bagi pelaku kejahatan di dunia digital.

Menurut Chairman CISSReC Pratama Persadha, kloning ponsel secara teknis mengacu pada suatu proses menyalin identitas seluler termasuk nomor International Mobile Station Equipment Identity (IMEI) yang unik pada setiap telepon seluler serta datanya dan digunakan di perangkat lain.

“Inti dari kloning ponsel adalah mengambil alih komando dan juga bisa melakukan aktifitas dari ponsel target. Dengan adanya perkembangan teknologi, akhirnya metode dengan malware banyak dilakukan. Misalnya malware pegasus yang bisa menyusupkan malware lewat Whatsapp dan akibatnya adalah ponsel target berhasil diambil alih diam-diam,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (24/11/2020).

Lebih lanjut, Pratama menjelaskan bahwa modus tersebut memberikan banyak kerugian bagi pengguna. Salah satu tanda paling terasa adalah kuota internet yang lebih cepat habis dan adanya aktivitas berlebihan yang membuat baterai juga cepat habis.

“Pengguna juga bisa melakukan cek log panggilan telepon, bisa jadi ada panggilan yang tidak kita lakukan. Hal semacam ini tidak menyerang masyarakat umum, karena targetnya selalu high profile, bisa pejabat, aktivis bahkan di AS salah satu orang terkaya dunia pemilik Amazon, Jeff Bezos juga sudah menjadi korban,” ujarnya.

Dia melanjutkan bahwa kloning ponsel biasanya dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan mengumpulkan informasi dari data pribadi korban dan pelaku selanjutnya datang ke gerai operator seluler, persis seperti kasus jebolnya rekening Ilham Bintang.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa kloning ponsel juga mengintai masyarakat akibat membuka website sembarangan yang berbahaya.

Yang lebih ekstrim lagi adalah ketika masyarakat melakukan instal aplikasi berbahaya seperti aplikasi bajakan sehingga ada kerentanan malware masuk. Bahkan dalam banyak kasus, saat membeli ponsel android bekas sudah ada malware yang ditanamkan dan menguras data.

Pratama mengatakan bahwa modus tersebut turut mengancam banyak sektor, terutama sektor keuangan dan fintech.

Sehinnga bisa dikatakan langkah yang efektif untuk mengantisipasi tindak kejahatan kloning ponsel ke depan adalah dengan memperketat registrasi nomor seluler untuk membantu mempersempit gerak para pelaku kejahatan digital.

Ciri-Ciri Ponsel Terkena Kloning

Kejahatan digital  berupa kloning ponsel yang kini makin marak tentu saja meresahkan masyarakat.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa kloning ponsel mengarah pada serangan siber dengan modus kloning sim card atau sim swap.

Dia menyebutkan bahwa modus tersebut mengincar akun finansial dan data pribadi dari korban.

Selain itu, dia mengatakan bahwa kloning ponsel juga mengintai masyarakat akibat membuka website sembarangan yang berbahaya atau melakukan instal aplikasi berbahaya seperti aplikasi bajakan sehingga ada kerentanan malware masuk.

“Selain itu, dalam banyak kasus, saat membeli ponsel android bekas sudah ada malware yang ditanamkan dan menguras data,” katanya.

Sementara itu, pengamat keamanan siber vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan bahwa terdapat beberapa ciri-ciri bahwa pengguna telah terkena modus kloning ponsel.

“Ada pesan tidak terduga yang meminta pengguna restart perangkatnya. Ini adalah tanda pertama bahwa ponsel atau SIM akan dibajak orang tak bertanggung jawab. Dengan restart, perangkat memberikan celah bagi penjahat untuk memulai proses kloning,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ciri-ciri lainnya pengguna menerima pesan atau panggilan ponsel yang tidak dikenali, atau justru tidak ada pesan atau telepon sama sekali, dan lokasi perangkat berbeda pada Find My Device.

“Adapun, implikasi dari modus ini membuat masyarakat akan ketakutan dan merasa selalu tidak aman menggunakan layanan keuangan digital dan menghindari. Bahkan, bisa alergi terhadap layanan keuangan digital,” ujarnya.

 

Enjoyed this video?
"No Thanks. Please Close This Box!"